CHAT Via WhatsApp
diposkan pada : 13-01-2023 10:56:49

Dilihat : kali

Seperti yang anda ketahui banyak penyakit yang memiliki gejala sama pada tahap awal, sehingga sulit untuk membedakannya.

Dan akibatnya, banyak masyarakat yang tertipu dan melakukan salah pengobatan bahkan sampai menyepelekan penyakit tersebut.

 

Salah satu penyakit yang memiliki gejala yang sama pada tahap awal adalah penyakit wasir dan kanker usus besar.

 

Wasir atau yang dalam bahasa medis disebut dengan hemoroid merupakan adanya suatu pembengkakan atau benjolan pada pembuluh darah yang berada di dalam atau di sekitar usus, yaitu didalam rektum atau di dalam anus.

 

Sedangkan Kanker Usus Besar adalah pembengkakan yang mengganggu fungsi organ dalam perut karena desakan masa di dalam perut. Hal ini ditandai dengan perubahan pola buang air besar secara terus-menerus. 

 

Penyakit ini sering kali berawal dari tumor jinak yang di sebut polip. karena polip ini tumbuh, mereka dapat di sebut kanker usus.

 

Beberapa jenis kanker memang memiliki gejala yang serupa dengan wasir. Khususnya, kanker dubur dan kanker usus besar. Tak heran jika sebagian orang khawatir terjangkit kanker apabila mengalami perdarahan di dubur atau memiliki benjolan di anus.

 

Akan tetapi, ternyata ada beberapa perbedaan antara wasir dan kanker usus loh.

 

Lalu Apa Perbedaan Antara Wasir dan Kanker Usus ?

Berikut kami rangkum cara membedakan gejala wasir dan kanker usus? 

 

  • Gejala umum wasir. 

 

1. Adanya perdarahan dari dubur, disertai dengan lendir setelah buang air besar.

2. Adanya Benjolan atau pembengkakan di bagian anus yang menyebabkan nyeri, dan rasa gatal atau iritasi di daerah anus.

3. Wasir menonjol pada rektum dan spontan bisa masuk kembali ke posisi semula dalam rektum.

4. Ada tonjolan yang bisa diraba di dalam anus.

 

 

  • Gejala umum kanker usus besar.

 

1. Adanya perdarahan dari dubur, jarang ada rasa nyeri di daerah anus, terdapat lendir dan noda darah pada kotoran

2. Tidak ada benjolan yang menonjol

3. Adanya polip (jaringan abnormal) saat diperiksa oleh dokter spesialis

4. Sering BAB namun selalu merasa tidak tuntas saat buang air

5. Setiap jenis kanker membuat penderitanya mengalami kelelahan. Perdarahan saluran usus bahkan bisa mengakibatkan darah rendah penyebab pelemahan tubuh dan rasa lelah berlebih.

 

Perbedaan yang mencolok dari kanker usus dengan wasir yaitu, apabila wasir kemungkinan besar akan timbul benjolan di anus, sedangkan kanker usus besar tidak. Perbedaan yang lain adalah jika seseorang terkena kanker usus maka akan mengakibatkan sakit perut dan penurunan berat badan yang signifikan, sedang wasir tidak.

 

Meskipun bahaya wasir tidak sebesar kanker usus besar, tapi kita juga tetap harus waspada terhadap wasir, Pasalnya wasir yang di biarkan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan benjolan semakin membesar loh, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pendarahan dan perlu tindakan operasi.

 

Jika sudah di wajibkan untuk melakukan operasi, tentu saja ini akan membutuhkan biaya yang besar. Selain itu rasa sakitpun akan semakin terasa dan membutuhkan penyembuhan sampai 3 hari lebih, bahkan sampai 1 minggu.

 

 

Lalu apakah wasir dapat menjadi penyebab kanker usus?

Beberapa dari anda mungkin khawatir apabila wasir dapat menyebabkan kanker, Namun anda jangan khawatir. Karena sebenarnya wasir atau ambeien tidak menyebabkan kanker, baik kanker usus besar maupun kanker dubur. Meskipun memiliki beberapa gejala yang sama, wasir dan kanker adalah penyakit yang berbeda,

 

Wasir atau ambeien disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah sedangkan kanker dubur atau usus besar disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali.

 

Bagaimana cara agar tidak terkena penyakit ambeien atau kanker usus?

Penting untuk anda mengetahui cara mencegah wasir dan kanker usus besar. Dengan mengetahuinya, anda bisa mengurangi atau menghindari resiko terkena penyakit wasir atau kanker usus.

Berikut kami rangkum cara yang terbukti mencegah penyakit wasir dan kanker usus.

 

 

  • Cara menghindari penyakit wasir atau ambeien.

Wasir yang pada umumnya disebabkan oleh kekurangan serat, dapat di obati dengan meningkatkan asupan serat makanan anda. Tujuannya agar feses menjadi lunak dan feses dapat bergerak secara teratur.

 

Beberapa makanan yang memiliki sumber serat yang baik adalah buah-buahan, sayuran dan biji-bijian utuh seperti gandum. 

 

Minum banyak air putih dan menghindari minuman berkafein seperti teh, kopi, atau minuman bersoda juga dapat melunakkan feses anda. Selain itu, olahraga teratur juga dapat membantu anda mencegah sembelit. 

 

Selain memenuhi kebutuhan serat, pengobatan wasir selanjutnya adalah menghindari pantangan dan mengikuti perilaku buang air besar yang benar, yaitu:

 

1. Jangan menahan atau menunda BAB, karena dapat membuat feses menjadi keras dan kering sehingga sulit dikeluarkan.

2. Hindari mengejan terlalu keras saat buang air besar, karena dapat memperparah wasir.

3. Hindari duduk terlalu lama. Karena duduk terlalu lama, termasuk kebiasaan yang dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah anus.

 

  • Cara menghindari penyakit kanker usus.

 

Tindakan pencegahan kanker usus besar dapat membantu mengurangi risiko kanker usus besar. Namun, ada beberapa kanker usus besar yang tidak dapat di cegah, seperti faktor usia dan riwayat keluarga. Namun anda jangan khawatir, untuk mencegah kanker usus kita tetap dapat melakukannya dengan mengikuti gaya hidup sehat.

 

Berikut beberapa cara yang terbukti untuk mengatasi dan mencegah terjadinya kanker usus.

 

 

1. Menjaga pola makan sehat.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah kanker usus adalah dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Ketika anda lebih banyak mengkonsumsi makanan bergizi, sel-sel tubuh anda terpelihara. Ketika nutrisi tubuh anda terisi kembali, risiko anda terkena kanker usus besar dan kanker lainnya berkurang

Usahakan selalu mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayuran, buah-buahan dan biji-bijian.

Jangan berlebihan dengan daging merah juga. Hindari atau minimalkan konsumsi produk daging olahan seperti hot dog, hamburger, kornet, salami, smoked beef, dll.

 

 

2. Mengurangi atau Menghindari Konsumsi Alkohol.

Jika anda masih sering minum alkohol, segera hentikan atau kurangi kebiasaan tidak sehat ini.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa minum alkohol dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

 

3. Berhenti Merokok

Jika anda masih merokok, segera hentikan kebiasaan tidak sehat ini. Penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki risiko 50% lebih tinggi terkena kanker usus besar dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok.

Hindari juga kontak dengan asap tembakau jika memungkinkan, karena perokok pasif sama berbahayanya dengan kesehatan anda.

 

4. Rajin Berolahraga

Jika anda belum berolahraga secara teratur, cobalah membangun kebiasaan sehat ini. Tidak perlu berlebihan, cukup olahraga ringan 30 menit setiap hari atau minimal lima kali seminggu. Usahakan juga untuk aktif. Hindari kebiasaan banyak berbaring atau duduk dalam waktu lama.

 

5. Mempertahankan Berat Badan Ideal.

Mempertahankan berat badan ideal adalah cara lain untuk mengurangi risiko kanker usus besar. Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker usus besar. Jika berat badan anda saat ini di atas normal dari biasanya, coba konsultasikan dengan dokter anda tentang memulai program berat badan yang sehat.

 

Dan untuk pasien yang sudah terkena kanker usus besar, alangkah baiknya segera lakukan pencegahan dengan pemeriksaan yang sesuai dan konsultasikan hasil pemeriksaan anda ke dokter yang professional.

 

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan seseorang, terutama dalam menjalankan aktivitasnya. Kesehatan adalah harapan dan keinginan semua orang, tetapi tidak ada yang tidak mengalami rasa sakit. Sakit dan sehat selalu datang dan pergi dalam kehidupan seseorang.

 

Semangat menjalani kehidupan.

Terimakasih.

Jual Obat Wasir di Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara

Posting by Admin

Jual Obat Wasir di Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara

Sebagai ciri khas daerah pemekaran, Kabupaten Labuhanbatu Utara juga mengalami peningkatan ekonomi. Apalagi daerah ini berada di jalur Lintas Sumatera yang semakin menambah pertumbuhan dan mobilitas penduduknya. Pertumbuhan ekonomi juga sering beriringan dengan perubahan gaya hidup dan pola keseharian masyarakatnya. Salah satu yang berdampak adalah kondisi kesehatan. Sebagai daerah dengan



354 Kali